Ahad/ Minggu, 19
Mei 2013
Sebelum adzan subuh berkumandang, sekitar pukul 04.15 WIB
terjaga dari tidur. Setelah persiapan dan peregangan, 05.35 mulai start dari
depan rumah. Biasanya setelah melelwati perempatan Gandulekor cyclometer baru
dihidupkan.
Target Minggu ini sekitar 80 km dengan kec. 25-30 km/jam,
maka Purwokerto (alun2) menjadi tujuan mudah untuk mencapai jarak tersebut.
Awal perjalanan kecepatan tidak seperti biasanya, mungkin karena sudah telat
sebab 06.00 biasanya sudah sampai di Purbalingga, tapi pagi ini baru menjelang
Bukateja. Agak telat memang tapi tidak apalah, hitung2 latihan panas2an karena
pagi itu matahari bersinar terik.
Sekitar
pukul 06.35 sampai di alun2 Purbalingga, mutar sekali lalu belok kiri ke arah
Stadoin Goentoer D. Biasanya singgah sebentar, tapi mengingat sudah agak telat
jadi terus saja lewat Taman Usman Janatin, belok kiri ke arah Sokaraja melewati
PT. Boyang yang pagi itu tetap banyak karyawan yang masuk kerja/lembur.
Terminal Purbalingga terlewati, Kalimanah, Jompo. Tidak banyak pesepeda yang
berpapasan maupun searah sepanjang jalan menuju Sokaraja hingga akhirnya sampai
di trafic light pukul 07.00. tidak ada kata berhenti meski lampu merah, katanya
merah tandanya berani he,he he...
Sampai bangjo Sangkal Putung tetap lurus menuju depan
Depo Pelita, padahal biasanya belok kanan lewat Jl. Soeparjo Roestam. Kali ini
ingin route yang berbeda, melalui Karang Nanas, Karang Rau dan depan terminal
Purwokerto, lalu belok kanan ke arah Jl. Gerilya Timur. Ada sebuah truk besar
yang terguling di pinggir jalan tidak jauh dari terminal, mungkin karena
tanahnya amblas.
Menyusuri Jl. Gerilya menuju bundaran depan bekas
terminal lama yang sekarang telah berubah menjadi Taman Adhang Pangrenan.
Berbelok ke kanan melewati Jl. S. Parman depan Rajawali Teater dan belok kiri
melalui selatan MORO grosir dan Jl. Kol. Sugiono ke barat. Sampai di perempatan
palma dekat BCA tanpa sengaja bertemu dengan Mas Pujo dan kawan2nya dari BCC
PWT. Mereka berencana ke Baturaden melalui Kedung Banteng, Kebumen. Aku tidak
bisa ikut kesana mengingat rute dan waktu yang sudah cukup siang. Setelah
berpamitan perjalanan diteruskan melewati Jl. Gatot Soebroto, Isdiman, Suharso
dan GOR Satria. Begitu padatnya orang2 sehingga kuputuskan tidak jadi lewat
depan GOR tapi memutar arah menuju Jl. Kombas lalu ke arah Mersi. Dari
pertigaan Mersi yang ke kanan ke arah RS Margono Sukaryo, aku mengambil jalur
ke kiri menuju Dukuh Waluh seterusnya belok kanan ke arah Padamara,
Purbalingga. Sampai di situ jarak sudah sekitar 55 km.
Akhirnya sampai juga di alun-alun Purbalingga, memutar
sekali hingga cyclo menunjukan 60 km. Di bangjo timur alun-alun bertemu teman
dari Purwokerto yang sekarang tinggal di Slinga. Saat itu pula aku diberi nomer
HPnya mas Pujo, yang katanya tanggal 25 Mei 2013 akan ke Yogyakarta bersama
rombongan BCC. Pendaftaran Rp 250.000 untuk nginap di hotel dan transport naik
bis pulang ke Purwokerto.
Panas dan letih mewarnai perjalanan gowes dari
Purbalingga menuju pulang ke arah Gandulekor. Air minum di bidon sudah hampir
habis, terpaksa harus berhemat. Sampai di pertigaan Klampok jarak sudah sekitar
76 km, berarti sebentar lagi target 80 km terpenuhi bahkan melebihi.
Sekitar pukul 09.20 WIB sampai juga di Blimbing. Taruh
sepeda, lepas sepatu, baju, dll. Setelah cuci tangan langsung saja ambil nasi untuk
sarapan, karena rasa lapar memang sudah tak tertahankan.
Alhamdulillah.. sampai
rumah, selamat dan sehat. 80 km atau lebih terpenuhi meski tidak sebugar
biasanya.
Jum’at,
24 Mei 2013
Hari ini Jum’at pagi 24 Mei 2013. Segala persiapan baik
fisik, mental, sepeda, dan dana sudah tertata dengan rapi. Ternyata rencana
perjalanan ke Yogyakarta naik sepeda balap terpaksa harus batal demi kian...
Kamis malam sengaja tidur lebih cepat, warungpun tutup
lebih awal yaitu pukul 20.30 WIB nonton TV sebentar lalu tidur. Awalnya bisa
memejamkan mata hingga terbangun sekitar pukul 23.15 WIB lalu pikiran melayang
tentang rute ke Yogya dan apa-apa yang mesti dilakukan. Pukul 24.10 ada SMS
dari Indra yang menyatakan dirinya tidak jadi berangkat naik motor ke Yogya
dengan temannya disebabkan ada acara ikut bankom dalam rangka pilgub.
Mata menjadi sulit terpejam sejak sms tersebut, pikiran
terus mengarah pada antara tetap jalan ke Yogya naik sepeda atau batal, meski
tanpa Indra. Akhirnya keputusan tetap berangkat, karena ini hanya masalah dana
dan penginapan pikirku. Hingga pukul 04.00 turun dari tempat tidur dengan tanpa
tidur sejak pukul 23.15 WIB. Ke kamar mandi, sarapan, subuh, peregangan selesai
sudah.
Pukul 05.00 keputusan berusaha numpang truk yang akan
mencari merang ke Gombong atau Kebumen. Truk yang biasanya berhenti depan rumah
sepertinya tidak berangkat. Mencoba ke pertigaan. Ternyata tidak banya truk
yang lewat, ada dua yang sempat lewat, tapi dua-duanya tidak mau berhenti.
Setelah ditunggu lama hingga pukul 05.40 dan haripun sudah mulai terang ,
keraguan mulai muncul. Melanjutkan perjalanan ke Yogya atau bersepeda seperti
biasanya saja. Sejujurnya agak malas melewati tanjakan Mertinggi dan Ketileng,
masih gelap dan habis hujan sehingga kondisi jalan licin. Menjadi illfeel...
Pikir punya pikir akhirnya diputuskan balik ke rumah.
Bongkar-bongkar perbekalan, baju, dsb. Lalu tidur lagi. Ada rasa penyesalan
yang amat sangat, kecewa sekali karena pada akhirnya rencana perjalanan sendiri
ke Yogya harus tertunda lagi.
Tidak tahu kenapa acara yang direncanakan jauh-jauh hari
justru biasanya batal. Entah kapan lagi
mempunyai semangat yang besar seperti saat ini. Padahal akhir bulan Maret
kemarin, tepatnya 29 Maret 2013 hanya dalam waktu dua hari rencana ke Brebes
dapat terrealisasi dengan sukses. Meskipun medan atau rute yang dilalui lumayan
berat karena harus melewat Purbalingga, Bobotsari, Karangreja, Belik, Gombong,
Pulosari, Moga, Guci, Tuwel, Bojong, Lebaksiu, Slawi, Jatibarang dan alun-alun
Brebes. Ketika itu perjalan hampir 7 jam termasuk istirahat.
Yogyakarta wait for me.
Amiiin......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar